Pernah dengar istilah private placement? Buat kamu yang mulai belajar soal saham dan dunia pasar modal, ini salah satu aksi korporasi yang penting untuk dipahami. Singkatnya, private placement adalah saat perusahaan menerbitkan saham baru dan menjualnya langsung ke investor tertentu, bukan ke publik umum.

Jadi, nggak semua orang bisa ikut beli. Biasanya, yang diajak ikut adalah investor besar, lembaga keuangan, atau pihak yang dianggap bisa bantu perkembangan bisnis perusahaan.

Kenapa perusahaan memilih private placement? Alasannya macam-macam. Kadang perusahaan butuh tambahan modal dengan cepat, tapi nggak mau ribet seperti saat IPO (menjual saham ke publik). Ada juga yang pakai private placement untuk mengubah utang jadi saham, artinya utangnya dibayar pakai saham, bukan uang.

Baca juga : https://investhink.id/pasar-nego-saham-tempat-transaksi-saham-melalui-negosiasi-langsung/

Atau, bisa juga karena perusahaan ingin masukin investor strategis yang bisa kasih nilai tambah — entah pengalaman, jaringan bisnis, atau dukungan finansial jangka panjang.

Contohnya bisa kita lihat dari PT Garuda Indonesia (GIAA). Di tahun 2022, Garuda melakukan private placement sebagai bagian dari cara menyelamatkan keuangan mereka. Para kreditur (pemberi utang) diberi saham sebagai pengganti pembayaran utang. Jadi, Garuda nggak perlu bayar uang, tapi tetap mengurangi beban utang mereka. Contoh lain, PT Bumi Resources (BUMI) juga pernah lakukan private placement ke investor strategis demi memperkuat modal dan menyusun ulang keuangannya.

Tapi, ada satu hal penting yang perlu diingat: private placement bisa menyebabkan dilusi saham. Artinya, karena jumlah saham beredar bertambah, kepemilikan investor lama bisa jadi berkurang persentasenya. Tapi kalau dana dari private placement digunakan dengan baik, misalnya untuk ekspansi atau memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, dampaknya bisa positif untuk nilai saham ke depannya.

Jadi kesimpulannya, private placement itu ibarat jalan cepat bagi perusahaan untuk cari dana tanpa ribet, tapi tetap harus dilakukan dengan perhitungan matang supaya semua pihak — termasuk investor lama — bisa tetap diuntungkan.

Scroll to Top