Siapa sangka, semakin dekat babak akhir Piala Dunia 2026, IHSG malah mulai bergairah. Dalam 10 hari perdagangan terakhir, indeks sudah naik sekitar 3,8%, dengan volume transaksi harian melonjak dari rata-rata 8–9 miliar lembar menjadi 12,5 miliar lembar.
Apakah ini pertanda pemulihan sungguhan, atau sekadar “euforia akhir pesta” yang biasa kita lihat?
Saya sudah mengamati pola ini beberapa kali. Mari kita lihat faktanya melalui tabel perbandingan historis berikut:
Tabel Perbandingan Performa IHSG Pasca Piala Dunia
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa rata-rata kenaikan IHSG pasca-Piala Dunia adalah +4,3% dengan peningkatan volume rata-rata 30%. Pola ini cukup konsisten, meski durasi dan kekuatannya berbeda-beda.
Mengapa ini terjadi?
Selama turnamen berlangsung, banyak investor retail sibuk mengikuti pertandingan, sehingga aktivitas trading cenderung melambat. Begitu final usai, perhatian mereka kembali ke pasar. Ditambah lagi, ada rotasi dana dari instrumen konservatif (seperti deposito dan reksa dana pasar uang) ke saham yang diharapkan memberikan return lebih tinggi.
Contoh Perhitungan Sederhana:
Anda punya modal Rp100 juta dan masuk di awal kenaikan ini:
- Kenaikan 3,8% = keuntungan Rp3,8 juta
- Kalau mengikuti rata-rata historis (+4,3%) = keuntungan Rp4,3 juta
- Skenario terbaik (seperti 2022) = keuntungan Rp5,4 juta
Terdengar menarik, ya? Tapi ingat, volatilitas selama periode ini biasanya naik 18–25%. Artinya peluang untung besar sekaligus risiko koreksi tajam juga tinggi.
Saya senang kalau pasar ramai, tapi tetap harus waspada. Kenaikan ini terjadi di tengah inflasi yang masih di kisaran 3,8–4,2% dan suku bunga acuan yang belum turun agresif. Kalau dana asing keluar mendadak, rally ini bisa cepat menguap.
Kesimpulan
Fenomena “World Cup Rally” memang punya dasar historis yang cukup kuat. Namun, jangan sampai kita terbawa emosi. Gunakan tabel di atas sebagai referensi, bukan sebagai jaminan untung. Bagi investor jangka panjang, ini bisa jadi kesempatan masuk bertahap. Bagi trader, disiplin stop-loss adalah kunci.
Nikmati sisa Piala Dunia, tapi di pasar saham, mainlah dengan kepala dingin. Karena setelah peluit akhir dibunyikan di lapangan hijau, tidak ada yang menjamin bursa akan terus memberikan gol-gol indah.




